Kang Eggi

Kang Eggi
Cagub Jabar

Thursday, 3 August 2017

Nya'an yeuh akang..? Akan berpartisifasi di pilkada (pilgub jabar).. Bapak dari Pamanukan Subang Ibunda dari Sumedang Urang Sunda Asli.. Kami akan mencalonkan beliau sebagai Calon Gubernur Jawa Barat jalur INDEPENDEN di Pilgub Jabar 2018..


Nya'an yeuh akang..? Akan berpartisifasi di pilkada (pilgub jabar).. Bapak dari Pamanukan Subang Ibunda dari Sumedang Urang Sunda Asli.. Kami akan mencalonkan beliau sebagai Calon Gubernur Jawa Barat jalur INDEPENDEN di Pilgub Jabar 2018.. Sejarah telah membuktikan di jawabarat tradisi dan kesukuan masih kental di kalangan masyarakat, arena itu adalah bagian dari budaya bangsa secara umum, Dan secara kearifan lokalnya adalah“silih asah silih asuh dan silih asih”, inilah yang masih di pegang teguh oleh masyarakat jawabarat karena warisan Sejarah budaya lokal yang sangat berma'na dan syarat kebaikan, demikianlah sekelumit history Sejarah ditatar pasundan jawabarat. Sehubungan sebentar lagi di jawabarat ini akan di adakan pesta rakyat pilkada yaitu; pemilihan gubernur dan WAKIL gubernur maka sudah Barang pasti masyarakat antusias merayakannya dengan masing masing-masing kelompok kemasyarakatan, partai Danmasyarakat individu akan mengusung nama-nama tokoh yang mereka jagokan sebagai kandidat kuat untuk memeimpin jawabarat kedepan, Tentunya para pengusung itu faktor yang membelakanginya yang menjadi acuan dasarnya adalah kesukuan, JIKA kita merujuk kilasan history Sejarah itu tadi.. Tidak dapat di pungkiri dan sudah menjadi pengetahuan halayak luas malah Ada beberapa tokoh yang sudah menggembor-gemborkan tentang adat budaya,tradisi dan kesukuan sejak lama untuk menarik dan membangun dukungan dari masyarakat diseluruh lapisan.. Sah-Sah saja masyarakat mempunyai pandangan, penilayan dan dukungan yang dianggap akan menjadi perwakilan yang akan memimpin dengan sebaik-baiknya berdasarkan azas demokratisasi yang di anut bangsa ini. Tidak ketinggalan, pula walaupun baru terdengar NAmun tidak kalah menarik dan kredible adalah seorang tokoh advokat senior yang merupakan asli putra pasundan, akan ikut serta bertarung di kancah perpolitikan lewat jalur indevenden yaitu; Bapak Drs H. Egy Sujana SH. Tentunya masyarakat jawabarat akan semakin gembira dan bersuka atas partisifasi dari. Beliau, sebagai bagian dari yang memang bertanggung jawab untuk memajukan daerah lewat kepemimpinannya kelak JIKA terpili, ini pendapat dan harapan yang menjadikan jargon, Pasti akan mendukung sepenuhnya dengan beragam partisifasinya pula dari masyarakat sesuai kemampuan masing-masing individu, begitupula dari para pendukung kandidat lain akan mendukung dengan caranya masing-masing.. Inilah biodata singkat dari tokoh indevendent yang akan berpartisfai di ajang pilkada jawabarat mendatang; Bapak dari Pamanukan Subang Ibunda dari Sumedang Urang Sunda Asli.. Kami akan mencalonkan beliau sebagai Calon Gubernur Jawa Barat jalur INDEPENDEN di Pilgub Jabar 2018.. Selamatkan Jabar dari antek-antek Penista Agama UNTUK JAWA BARAT BERTAQWA Dr. Eggi Sudjana, SH.Msi, CAGUB Independen di Pilgub Jabar 2018 ALLAHU AKBAR... 4 · Suka · Tanggap

Wednesday, 2 August 2017

Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Ma’aruf Amin membantah pertemuannya dengan Kapolda Metro Jaya Irjen Idham Azis membahas kasus yang menjerat Rizieq Syihab. Dia menjelaskan, pertemuan tersebut semata-mata hanya silaturahmi.


Jakarta, Berita Dunia – Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Ma’aruf Amin membantah pertemuannya dengan Kapolda Metro Jaya Irjen Idham Azis membahas kasus yang menjerat Rizieq Syihab. Dia menjelaskan, pertemuan tersebut semata-mata hanya silaturahmi. “Oh nggak (bahas kasus Rizieq). Beliau silaturahmi saja,” katanya di kediamannya Jalan Lorong 27, Koja, Jakarta Utara, Senin (31/7/17). Tetapi terkait kasus Rizieq Shihab, dia mengharapkan, proses hukum yang menjerat Imam Besar Front Pembela Islam Rizieq Syihab itu mesti dijalani. “Kalau sudah ada proses hukum ya jalani proses hukum. Mudah-mudahan bisa terselesaikan dengan baik,” kata Ma’ruf di kediamannya, Koja, Jakarta Utara, Senin, 31 Juli 2017. Dalam kasus ini, Ma’ruf mengaku tidak dapat memastikan apakah ada kriminalisasi ulama atau tidak. “Kriminalisasi ulama wah itu saya tidak bisa masuk ke penilaian wong saya nggak tau apakah ada kriminalisasi atau tidak. Kan saya nggak paham yang terjadi. Harapan saya bisa diselesaikan dengan baik dan cepat,” ujarnya. “Pokoknya selesai dengan baik. Nggak usah pesan-pesan lah,” akhirnya. Terkait keberadaan Rizieq yang masih di Arab Saudi, Ma’ruf enggan berkomentar. Ia mengaku tidak ada pesan-pesan khusus kepada Rizieq untuk membujuknya segera pulang ke Indonesia. “Enggak usah pesan-pesan lah,” katanya. Rizieq pergi ke Arab sebulan sebelum ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus pornografi, yaitu 26 April 2017. Ketika itu, ia umrah untuk menunaikan nazar atas kekalahan Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok dalam pemilihan Gubernur DKI Jakarta. Sejak itu, Rizieq tak kembali ke Tanah Air. Dalam kasus itu, Rizieq dijerat Pasal 4 ayat 1 juncto Pasal 29 dan atau Pasal 6 juncto Pasal 32 dan atau Pasal 9 juncto Pasal 34 Undang-Undang RI nomor 44 Tahun 2008 tentang Pornografi dengan ancaman hukuman di atas lima tahun penjara.

Tentunya, kita sebagai orang yang berpikir mesti sadar modus dari akun kloning tersebut. 


Sobat, pernahkah kalian melihat teman anda membagikan postingan dari akun “Husnul Khatimah” ini. Pasti kalian pernah menjumpainya,  karena banyak yang share postingannya yang tak jarang mendapat beribu-ribu like dan komentar. Tapi, sadarkah kalian apa modus dari postingan tersebut. Ternyata adalah kepentingan bisnis.             Foto profil dari akun facebook tersebut digambarkan dengan sosok Polwan cantik yang sedang selfie. Hal yang mengejutkan lainnya adalah, pemilik akun tersebut bernama asli Maria Gabriel Alexa atau yang akrab dipanggil Ina Fiona. Foto yang ia pasang sebagai foto profil sebenarnya milik seorang Polwan yang bernama Dinar.             Akun tersebut digunakan semata-mata untuk bisnis yang bisa dibilang menggiurkan. Hanya dengan bermodalkan like, komen, share dan follow bisa mendapatkan pendapatan hingga USD $150 atau sekitar 2 juta rupiah. Caranya, jika like yang didapatkan menyentuh angka 500.000, maka bisa dijual dengan harga tersebut.             Status yang mendapat like lebih dari 500.000 tersebut dijual demi kepentingan bisnis dan kampanye. Misalnya, demi kepentingan survey, dan segala macam kebohongan memanipulasi bukti polling. Jika post tersebut telah menyentuh angka 500.000 like maka gambar yang tadinya berupa foto orang yang meninggal, orang yang kecelakaan, foto korban perang, dan lainnya akan diganti dengan foto produk iklan. Jadi terkesan iklan tersebut mendapat banyak like.             Lalu, seperti apa contoh dari status yang biasanya ditulis oleh akun Husnul Khatimah tersebut, berikut contohnya: ·         Klik like jika anda setuju dengan status ini ·         Klik like jika anda ingin naik haji bersama keluarga anda ·         Klik like jika anda kasihan dengan nenek ini ·         Ketik aamiin, semoga nenek ini dimudahkan rezekinya ·         Ketik aamiin, semoga anak ini diterima amal ibadahnya ·         Klik like dan jawab salamku jika anda Islam Nah, yang menjadi pertanyaan sekarang, apakah facebook itu Tuhan sehingga harus mendoakan seseorang dengan menggunakan like dan komen? Pemikiran seperti ini haruslah diubah, jangan sampai kita terjebak oleh tipuan dengan modus like dan komen. Selain akun Husnul Khatimah, juga ada akun yang sama tapi nama akunnya memakai nama-nama orang yang terkenal. Umumnya adalah seorang Ustadz seperti Yusuf Mansur, Ummi Pipik Dian Irawati, Oki Setiana Dewi, dan lain-lain. Sekarang pilihan ada di tangan anda, apakah anda masih ingin like dan komen status yang membawa nama agama, surga,  dan yang lainnya. Tentunya, kita sebagai orang yang berpikir mesti sadar modus dari akun kloning tersebut.  Share

APA BETUL ADA NYA INI SOB.... INI TENTARA MANA YA....????? Tolong Diklarifikasi Saudara-Saudaraku.... Rakyat kecil dan awam akan terkecoh, mana PKRI mana TNI yang asli..??? #SAVE TNI #SAVE PANCASILA #SAVE NKRI HARGA MATI Bila ini Adalah Ancaman Viralkan


COPAS DARI TETANGGA SEBELAH... APA BETUL ADA NYA INI SOB.... INI TENTARA MANA YA....????? Tolong Diklarifikasi Saudara-Saudaraku.... Rakyat kecil dan awam akan terkecoh, mana PKRI mana TNI yang asli..??? #SAVE TNI #SAVE PANCASILA #SAVE NKRI HARGA MATI Bila ini Adalah Ancaman Viralkan Sampai KePresiden.... ini Fakta Bukan Serimonial Alias Hoax.... Saya Pribadi Selaku Anak Bangsa Semakin Hari Semakin Gelisah Dibawah Kepemimpinan.Ir.Jokowi Dodo. Kenapa,Dan Mengapa Semua Buram Yang Terjadi? Penjajahan Pemikiran Kini Berwujud Menjadi Kesesatan Anak Bangsa Yang Tak Tau Lagi Mana Yang Asli Dan Mana Yang Palsu Untuk Dinilai.Sebab Atribut Alat Negara Sudah Dipermainkan Layaknya Tak Punya Harga diri Lagi. Kemarin Didirikan Organisasi FBI (FRONT BAYANGKARA INDONESIA) Dibawah Kendali Orang2 Cina Dengan Pakaian Seragam Ala Polri Lengkap. Sekarang Muncul "PKRI" Asli Ala TNI. Apakah PKRI itu Bukan "PARTAI KOMONIS REPUBLIK INDONESIA"? jika Benar Mari kita Segenap Anak Bangsa yang Tak Ingin Negeri ini Ditumbang Oleh Komunis Wajah Baru Waspadalah. jika ini Bukan,Trus Apa Artinya PKRI itu Saudaraku??? Tolong Jika ada Yang tau,Saya Butuh Penjelasan Dan Kejelasan. #SavePancasila #SaveNKRIhargaMati

"Dengan mundurnya Aruman. Masyarakat Kabupaten Bekasi sangat bersukur, dan mempersilahkan Aruman a


ARUMAN ANGKAT TANGAN Persikasi U-23 saat melaksanakan latihan menjelang liga 3 beberapa waktu lalu di lapangan Tambun, Desa Tambun, Kecamatan Tambun Selatan. Persikasi U-23 terancam tidak ikut liga 3 TAMBUN SELATAN -- Reaksi atas bobroknya prestasi Persatuan Sepak Bola Kabupaten Bekasi (Persikasi) kini menuai komentar dari berbagai pemerhati. Bahkan, di liga 3 yang akan dihadapi U-23 nanti Laskar Bendo Item persikasi menilai bahwa tim persikasi akan absen. Ketua Laskar Bendo Item, Persikasi Suryana Kusnadi alias Cingik menjelaskan, ketidak mampuan Asosiasi Sepak Bola Kabupaten (Askab) Bekasi dalam menghadapi liga 3 sudah terlihat. Selain asal-asalan, pengakuan langsung juga sudah disampaikan pada Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Bekasi bahwa Ketua Askab yakni Aruman sudah menyerah. "Carut marut Persikasi U-23 bukti nyata bahwa Aruman tidak layak memimpin Persikasi. Persiapan yg mepet dan minim, seleksi yg asal asalan. Sudah dekat menyerah. Aruman mestinya bertanggung jawab atas segala kondisi di internal tim jangan pas enaknya aja pegang tim," ujarnya pada Radar Bekasi, Jumat (28/7). Lebih lanjut, kata dia, dalam penganggaran sudah dialokasikan meskipun tidak seperti club bola lainnya yang sama sekali tidak ada suntikan dana dari KONI. Bahkan, KONI juga memaklumi ketika anggaran yang seharusnya di gunakan untuk tim Pekan Olahraha Daerah (Porda) digunakan askab untuk persikasi saja. "Dengan mundurnya Aruman. Masyarakat Kabupaten Bekasi sangat bersukur, dan mempersilahkan Aruman angkat kaki dari Persikasi demi kemajuan persepakbolaan Kabupaten Bekasi" Imbuhnya. lebih lanjut, kondisi saat ini akan berdampak pada tim Persikasi U-23, jelas, dengan menyerahkannya kondisi Persikasi pada Ketua Koni, Romli. maka untuk U-23 akan terabaikan bahkan yang terburuk yakni tidak bisa ikut liga 3. "Kalau kayak gini U-23 bisa saja tidak bisa ikut liga 3 dan tidak menutup kemungkinan akan ada sangsi dari PSSI " tuturnya. Dilain tempat, pemerhati sepak bola Kabupaten Bekasi, Jaut Sarja Winata sependapat dengan barisan bendo item. bagi eks Humas Persikasi itu liga 3 harus punya target dan bukan hanya sekedar berpartisifasi. "Ini kebiasaan pola lama yang di lakoni persikasi dalam setiap ajang kompetisi. bagaimanapun itu akan menyedot dana dari rakyat jika memang gak punya target lebih baik absen gak usah ikut liga 3 lebih baik dananya untuk membangun gedung musholah atau mesjid," jelasnya. Sebelumnya kata dia, persiapan yang matang ditunjang dengan pelatih profesional akan memungkinkan untuk dipertimbangkan. Kalau seperti ini, tidak memiliki target yang jelas, memilih untum mundur adalah sesuatu yang bijak. "Sekiranya gak mampu lebih baik mundur atau gak usah ikut liga 3 pssi. Putaran liga 3 ini bukan turnamen dadakan yang di gelar PSSI tapi ini sudah jauh hari amanatkan untuk di gulirkan sebagai langkah untuk menaikan kasta persepakbolaan dari masing-masing klub seindonesia jadi mestinya persikasi sudah dari jauh2 hari sudah siap mnghadapi putaran liga ini," bebernya. baginya ke ikut sertaan saat ini dalam liga tiga, hanya akan memperburuk keadaan Persikasi di kemudian hari. kalau tidak tercapai target, dan pengurusnya semerawut maka akan mencoreng nama daerah. "Masih ada waktu lah kalo mau bener-bener serius mah," tandasnya. Sementara itu, dari pantauan dilapangan tambun, Desa Tambun Kecamatan Tambun selatan tidak ada aktifitas latihan yang berjalan. Sejumlah official Sekolah Sepak Bola (SSB) Tambun selatan, sengaja mengisi kekosongan lapangan dengan melakukan latihan rutin clubnya. (dan) 29

“Saya mencurigai ada maksud lain dibalik pendirian patung sebesar itu, oleh karena itu sebaiknya Badan Intelijen Indonesia (BIN) harus turun tangan mengumpulkan informasi apa alasan sebenarnya dibalik pendirian patung sebesar itu!,” imbuh Bastian. G


RAME-RAME KECAM PATUNG JENDRAL PERANG CINA DI TUBAN" Gerakan Pribumi Indonesia (Geprindo) mengecam keras didirikannya patung Jenderal Perang Cina, Kwan Sing Tee Koen yang tingginya 30,4 meter yang berada di klenteng Kwan Sing Bio, Tuban Jawa Timur. Hal itu disampaikan Presiden Geprindo Bastian Simanjuntak melalui ketera gan pers yang diterima Swamedium.com, Sabtu (29/7). Menurut dia, pendirian patung tersebut lebih besar muatan politisnya daripada nilai-nilai keagamaannya. “Untuk apa bangun patung jendral perang cina di Tuban besar-besar. Untuk gagah-gagahan? Tolong diingat! Ini negara Indonesia, didirikan oleh bangsa Indonesia, dimiliki dan dikuasai oleh Bangsa Indonesia!,” tegas Bastian. Oleh karena itu, menurutnya, tidak boleh ada bangsa lain yang merasa memiliki kuasa di republik ini dengan mendirikan patung jenderal perang dari sebangsanya. “Bangsa Indonesia tidak mengenal panglima perang yang bernama Sing Tee Koen, panglima perang bangsa indonesia adalah panglima besar Jenderal Sudirman,” tandas Bastian. “Saya mencurigai ada maksud lain dibalik pendirian patung sebesar itu, oleh karena itu sebaiknya Badan Intelijen Indonesia (BIN) harus turun tangan mengumpulkan informasi apa alasan sebenarnya dibalik pendirian patung sebesar itu!,” imbuh Bastian. Geprindo juga mendesak BIN untuk bisa mengungkap ada tidaknya aliran dana dari negara komunis Cina pada pembangunan patung itu. Geprindo meyakini, rakyat Indonesia sangat paham, negara Cina memiliki kepentingan strategis terhadap Indonesia. Bastian menyebut ada rencana menghidupkan kembali jalur sutra melalui pembangunan proyek-proyek infrastruktur, pengakuisisian tambang energi dan mineral, perkebunan, ada pembelian hunian oleh warga Cina di pulau reklamasi dan meikarta, ada proyek kereta api cepat, ada pencurian ikan, penyelundupan narkoba, kejahatan IT dan banjirnya produk-produk cina di pasar Indonesia. Belum lagi, tambah Bastian, di Taman Mini telah dibangun patung laskar tionghoa, dan sekarang di Tuban dibangun patung jenderal perang cina. “Kedepan mau bangun patung apalagi? Saya khawatir jika hal ini dibiarkan terus menerus oleh pemerintah Indonesia, bangsa Cina semakin besar kepala dan tidak menghormati Bangsa Indonesia,” tukasnya. Untuk itu, Geprindo meminta Pemerintah harus segera bertindak dengan menerbitkan peraturan yang tidak memperbolehkan pembangunan simbol-simbol bangsa lain di Indonesia yang bisa menimbulkan rasa nasionalisme asing. Selain itu, Geprindo mengingatkan BIN, TNI, Polri jangan sampai kebobolan. Bastian mengatakan, jika di kota saja tidak bisa mendeteksi ancaman asing, bagaimana mencegah ancaman di pulau-pulau terluar? Padahal, Bastian melanjutkan, Panglima TNI berkali-kali berpidato tentang perang asimetris dan perang proxi. Namun, ia mempertanyakan, mengapa patung jenderal perang Cina setinggi 30 meter tidak dianggap sebagai ancaman kedaulatan. “Coba kita pikir, bolehkah kita mendirikan patung jenderal Sudirman setinggi 30 meter di Cina sana?,” tanya dia. Sebagai tindakan konkret, Geprindo akan mengirimkan surat kepada pengurus klenteng tersebut agar segera menurunkan patung raksasa tersebut. Sebab, Geprindo berpendapat, keberadaan patung sebesar itu bisa mengecilkan bahkan menghilangkan jasa para pahlawan bangsa Indonesia sejak zaman kerajaan maupun pra kemerdekaan.